PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM
SAYYID ABUL A’LA AL-MAUDUDI
Konstruk pemikiran pendidikan Islam al-Maududi
tampaknya tidak dapat disebut religius dalam pengertian sempit, juga tidak
dapat disebut sekuler. Secara ideologis, konstruk pemikiran al-Maududi tidak
dapat dikatakan pure fundamentalis, namun ada sedikit campuran konservatisme.
Hal ini tampak terlihat dengan masih terbukanya pintu untuk menerima
“unsur" lain. Demikian ini dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat
sosialnya (umat Islam). Lagi pula “penyesuaian” ini dilakukan dengan bersandar
pada “budaya” masa silam (ajaran Islam) sebagai tuntunan yang paling bisa
dipercaya bagi tindakan-tindakannya
Dari uraian diatas dapat kami simpulkan :
- Paradigma pengetahuan modern identik dengan nalar
positifistik, falsifikatif, strukturalis dan objektifistik.
- Pemikiran pendidikan Islam al-Maududi diantaranya
: dasar, tujuan, ruang lingkup, kurikulum, dan metode dalam pendidikan.
- Tipologi pemikiran pendidikan Islam al-Maududi
tidak dapat disebut religius dalam pengertian sempit, juga tidak dapat
disebut sekuler. Secara ideologis, konstruk pemikiran al-Maududi tidak
dapat dikatakan pure fundamentalis, namun ada sedikit campuran
konservatisme. Hal ini tampak terlihat dengan masih terbukanya pintu untuk
menerima “unsur" lain. Demikian ini dilakukan dengan mempertimbangkan
manfaat sosialnya (umat Islam). Lagi pula “penyesuaian” ini dilakukan
dengan bersandar pada “budaya” masa silam (ajaran Islam) sebagai tuntunan
yang paling bisa dipercaya bagi tindakan-tindakannya.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar